Apakah Kesetaraan Gender Itu Penting? Mari Kita Simak

 


  Gambar ilustrasi kesetaraan gender (Freepik/pikisuperstar)

Bukan lagi suatu hal yang baru terkait masalah kesetaraan gender untuk dibahas. Sejak 1990-an, masalah kesetaraan gender ini sudah mulai merebak dan masuk ke Indonesia.

Selain itu, banyak masyarakat yang menggangap jika kesetaraan gender adalah suatu kampanye dalam menomorsatukan wanita. Penyebab terjadinya hal tersebut, karena kurangnya pengetahuan atau informasi terkait hal itu di lingkungan masyarakat. Padahal informasi terkait kesetaraan gender ini, sangat penting untuk diketahui, dipahami, dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari. 

Sementara itu, kesetaraan gender mempunyai pengertian, yakni dimana keadaan laki-laki dan perempuan setara guna mendapatkan hak, manfaat, akses, dan kesempatan yang sama sebagai manusia. kemudian, untuk berperan dan ikut serta dalam berbagai kegiatan, seperti ekonomi, politik, kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan, pertahanan dan keamanan nasional, serta sosial budaya. 

Dalam hidup bermasyarakat, tentunya setiap orang memiliki hak dalam menjalani hidupnya. Kesetaraan ini dicapai ketika dimana seluruh individu dianggap setara tanpa memandang kasta, profesi, warna kulit, profesi, dan jenis kelamin. 

Jenis kelamin atau seksualitas, bukan pengaruh dari kesetaraan gender, sehingga kesetaraan gender merupakan suatu perbuatan yang adil terhadap laki-laki serta perempuan. Kemudian, kesetaraan gender mengangkat persamaan akses, peluang partisipasi kontrol, dan manfaat yang sama antara perempuan serta laki-laki. Maka dari itu, kesadaran terkait permasalahan kesetaraan gender adalah hal yang harus dicapai. 

Selanjutnya, terdapat beberapa tujuan dari kesetaraan gender, yaitu: 
  1. Mempunyai kebebasan untuk berpartisipasi didalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial. 
  2. Menghilangkan segala bentuk kekerasan, eksploitasi, serta pelecehan yang sering dialami perempuan
  3. Mempunyai hak yang sama atas pendidikan
  4. Menyelesaikan semua bentuk diskriminasi yang sering terjadi di lingkungan kerja maupun rumah tangga. 
  5. Memperoleh hak atas kepemilikan suatu barang
  6. Menghargai perawatan yang mempromosikan tanggung jawab domestik bersama dan tidak dibayar 
Kemudian, selain mempunyai tujuan, kesetaraan gender juga memiliki target. Adapun target tersebut, yaitu: 
  1. Menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan di ruang publik dan pribadi, termasuk perdagangan orang dan eksploitasi seksual, serta berbagai jenis eksploitasi lainnya.
  2. Menjamin partisipasi penuh dan efektif, dan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk memimpin di semua tingkat pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi, dan masyarakat.
  3. Mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan dimanapun.
  4. Menghapuskan semua praktik berbahaya, seperti perkawinan usia anak, perkawinan dini dan paksa, serta sunat perempuan.
  5. Mengenali dan menghargai pekerjaan mengasuh dan pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar melalui penyediaan pelayanan publik, infrastruktur dan kebijakan perlindungan sosial, dan peningkatan tanggung jawab bersama dalam rumah tangga dan keluarga  yang tepat  secara nasional.
  6. Melakukan reformasi untuk memberi hak yang sama kepada perempuan terhadap sumber daya ekonomi, serta akses terhadap kepemilikan dan kontrol atas tanah dan bentuk kepemilikan lain, jasa keuangan, warisan dan sumber daya alam, sesuai dengan hukum nasional.
  7. Menjamin akses universal terhadap kesehatan seksual dan reproduksi, dan hak reproduksi seperti yang telah disepakati sesuai dengan Programme of Action of the International Conference on Population andDevelopment and the Beijing Platform serta dokumen-dokumen hasil reviu dari konferensi-konferensi tersebut.
  8. Meningkatkan penggunaan teknologi yang memampukan, khususnya teknologi informasi dan komunikasi  untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan.
  9. Mengadopsi dan memperkuat kebijakan yang baik dan perundang-undangan yang berlaku untuk peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan kaum perempuan di semua tingkatan
Pada intinya kesetaraan gender sangat penting untuk menjunjung persamaan hak sebagai manusia, antara laki-laki serta perempuan. Selain itu, agar menghilangkan segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan pelecehan yang sering didapatkan oleh banyak kaum perempuan. Kemudian, kesetaraan gender akan menjadikan lebih kuat kemampuan negara untuk berkembang, menyusutkan kemiskinan, serta memerintah dengan cara efektif. Maka demikian memperkenalkan kesetaraan gender merupakan bagian utama dari strategi pembangunan dalam rangka untuk meenguatkan masyarakat, baik laki-laki ataupun perempuan guna mengentaskan diri dari kemiskinan dan taraf hidup mereka menjadi meningkat. 

Seperti yang dapat kita lihat, di Indonesia ketidaksetaraan gender yang paling umum terjadi, yaitu diskriminasi. Penyebab hal tersebut, bisa terjadi karena adanya perbedaan budaya, status sosial, perbedaan geografis, warna kulit, dan bahkan jenis kelamin. Sebenarnya ini bukan masalah lokal serta terbatas hanya dalam bidang kehidupan tertentu saja, tapi lazim di seluruh dunia. Oleh karena itu, kesetaraan gender hanya dapat dicapai ketika individu laki-laki serta perempuan diperlakukan dengan sama. Akan tetapi, diskriminasi menimbulkan perpecahan antar manusia. 

Di Indonesia sendiri kesetaraan gender masih dianggap sebagai suatu hal yang aneh, sebab pola pikir masyarakat yang terpaku pada tingginya salah satu gender. 

Dilansir detikNews, Bambang Soesatyo menjelaskan pentingnya kesetaraan gender. Menurutnya, kesetaraan gender adalah legasi kesejarahan yang telah diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini sejak 114 tahun yang lalu. Apalagi saat ini di Indonesia, kesetaraan gender masih belum sesuai yang diharapkan. 
Pada bulan Juli 2022 lalu, World Economic Forum merilis Global Gender Gap Report 2022, dimana Indonesia berada pada kisaran 0,697 (dalam skala 0 sampai dengan 1) terkait skor indeks ketimpangan gender, serta dari 146 negara berada diperingkat ke-92. Rendahnya indeks pemberdayaan perempuan, terutama pada bidang politik yang masih berada dibawah rata-rata global, hal tersebut berbanding lurus dengan rendahnya peringkat ketimpangan gender di Indonesia. 

Selain itu, dalam lingkungan kerja kesetaraan gender ini juga diaggap sangat penting karena bebarapa faktor. Contohnya yang pertama, pada sisi keragaman gender dimana masing-masing memiliki kelebihan yang bisa memperkokoh lini bisnis perusahaan. Kedua, akibat adanya kesetaraan gender dapat mempermudah komunikasi, sehingga bisa menghasilkan ide yang cemerlang dan kreatif gunakemajuan perusahaan. Terakhir, ketiga yaitu keunggulan perempuan yang bisa melakukan banyak peran dalam waktu bersamaan. 

Sementara itu, untuk membangun kesetaraan gender dalam lingkungan kerja, khususnya pada tingkat pimpinan, harus ditanamkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya kesetaraan gender di lingkungan kerja. Salah satu carannya, yaitu dengan menjalin komunikasi yang baik agar bisa saling memahami. Kemudian, cara lainnya yaitu dengan mengedukasi. 

Dengan adanya kesetaraan gender pada lingkungan kerja ini, diharapkan para talenta-talenta laki-laki ataupun perempuan yang terdapat di suatu perusahaan bisa membuktikan kemampuannya, sehingga bisa ikut serta atau berkontribusi guna  menciptakan masa depan yang berkelanjutan dan kemajuan perusahaan




Komentar